FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAPASITAS VITAL PARU TUKANG OJEK DI TERMINAL BANJAR KOTA BANJAR TAHUN 2018

Authors

  • Ide Suhendar Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Keywords:

Kapasitas Vital Paru, Chi-square

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru tukang ojek di terminal Kota Banjar tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru tukang ojek di terminal Kota Banjar tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah explanatory reseach (penelitian penjelas) dengan menggunakan pendekatan crossectional. Data primer diperoleh melalui wawancara, pengukuran kapasitas vital paru, pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang ada pada organisasi tukang ojek dan data tukang ojek di terminal Kota Banjar. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistik uji chi-square dengan tingkat kemaknaan =0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kapasitas vital paru (p= 0,002) dan riwayat penyakit paru dengan kapasitas vital paru (p= 0,012). Tidak ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan olah raga (p=0,150) dengan kapasitas vital paru, status gizi dengan kapasitas vital paru (p= 0,272), pemakaian APD (pernafasan) dengan kapasitas vital paru (p= 0,729), dan masa kerja dengan kapasitas vital paru (p= 0,689).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, N. 1990. Angina Pektoris. Cermin Dunia Kedokteran. 31: 3-6

Abramson. J.H. 1991. Metode Survei dalam Kedokteran Komunitas. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Agoes P. 2003. Mencegah dan Mengatasi Kegemukan Pada Balita. Puspa Swara. Jakarta.

Amidi D.1996. Masalah Penyakit Jantung Koroner pada manula. Majalah Ilmu Fakultas Kedokteran Trisakti. Vol 15 No 3.

Anwar, T.B. dan Kasiman S. 1992. Patofisiologi dan penatalaksanaan Penyakit Jantung Koroner. Cermin Dunia Kedokteran. 80: 152-156.

Basuki, B. 2000. Aplikasi Metode Kasus Kontrol. Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas, FKUI. Jakarta.

Budiarto, E. 2004. Metodologi Penelitian kedokteran, Sebuah Pengantar. EGC. Jakarta.

Bustan, M. N. 2000. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Darmawan H. 1994. Penanganan risiko PJK pada hipertensi. Jurnal Kedokteran Indonesia Vol XVI no I.

Darmojo. 1992. Penyakit Jantung Iskemik, Seri Pustaka Kardiovaskuler. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Darmojo, R. B. 1995. Penelitian Penyakit Jantung Koroner di Masyarakat Pedesaan : Medika Jurnal Kedokteran dan Farmasi. XXI:855-862.

Davidson, C. 2003. Penyakit Jantung Koroner. Dian Rakyat. Jakarta.

Dhianingtyas Y, dan Hendrati L.Y, 2007. Risiko Obesitas, Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Garam terhadap Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif. Majalah Kesehatan Masyarakat.

Dinkes Prop. Jateng, 2004a. Pedoman Surveilans Penyakit Tidak Menular. Semarang

__________.2004b. Standar Operasional Prosedur (SOP) Penatalaksanaan Penyakit Tidak Menular di Puskesmas. Semarang.

__________. 2006. Profil Kesehatan Jawa Tengah. Semarang.

Ethicaldigest. 2005. Kamus Jantung. Semijurnal Farmasi dan Kedokteran. III: 29.

Ethicaldigest. 2006. Hubungan Hipertensi dan DM. Semijurnal Farmasi dan Kedokteran no 30 tahun IV.

Gobel, F.A. dan Mahkota, R. 2006. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kematian Pasien Penyakit Jantung Koroner di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Tahun 2004 : Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 1: 99-105

Gray, H. 2005. Lecture Notes: Kardiologi (Terjemahan). Erlangga, Jakarta.

Hanafiah, A. 1991. Penyakit Jantung Koroner di Indonesia : Jurnal Kardiologi. 4 : 160-165.

Hastono, P.H. 2001. Analisis Data. FKMUI. Jakarta.

Herman, S. 1991. Pengaruh Gizi terhadap Penyakit Kardiovaskular. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Depkes RI. Cermin Dunia Kedokteran. 73:12-16.

Hestikarini, S. 2005. Aktivitas Fisik dengan Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo tahun 2004. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Skripsi. 49 hal. (Tidak dipublikasikan).

Interaksi. 2007. Hipertensi. Majalah Kedokteran. No 4 tahun IX.

Jamal, S. 2004. Deskripsi Penyakit Sistem Sirkulasi Penyebab Utama Kematian di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI. Cermin Dunia Kedokteran. 143: 5-9.

Johnson, M. 1998. Diabetes: Terapi dan Pencegahannya.(Terjemahan). Bandung : Indonesia Publishing House

Juniarnasa D. 2008. Studi Retrospektif Penyebab Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. FKUMP. Skripsi. Tidak dipublikasikan.

Kaplan, N.M. 1991. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner Penatalaksanaan Praktis Faktor-Faktor Risiko. EGC. Jakarta.

Knight, J.F. 1995. Jantung Kuat Bernapas Lega. Indonesia Publishing House. Jawa Barat.

Lee, J. Heng, D. Chia, K.S. Chew, S.K. Tan, B.Y, Hughes, K. 2001. Risk factors and incident coronary heart disease in Chinese, Malay and Asian Indian males : The Singapore Cardiovascular Cohort Study. International Epidemiological Association 30:983-988

Mangoenprasodjo A.S. 2004. Jantungan OK, Sakit Jantung No Way, Cara Bijak Mengelola Stress, Mencegah Jantung Koroner. Thinkfresh. Yogyakarta.

Murti, B. 1997. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Notoatmodjo, S. 2000. Metodologi penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta. Jakarta.

Padri M. dan Salma M. 2004. Penyakit jantung Koroner pada Wanita dan Pencegahannya. Media Litbang Kesehata. Vol no 1.

Pearce, E. 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Gramedia. Jakarta.

Purwati. 2005. Perencanaan Menu untuk Penderita Kegemukan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rachmat, M. Adisasmita A.C. Setianto B. 1996. Beberapa Faktor yang berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta : Jurnal Kardiologi Indonesia. XXI : 135-148.

Salma, H. dan Padri, H. 2004. Penyakit Jantung Koroner pada Wanita dan Pencegahannya. Media Litbang kesehatan. XIV:57-59.

Sani A. 1994. Penanganan Risiko PJK pada Hipertensi. Jurnal Kardiologi Indonesia. XXI: 17-23

_______ 1994. Pengalaman 3 tahun Pelayanan Klinik Berhenti Merokok, Yayasan Jantung Indonesia. Jurnal Kardiologi Indonesia. Vol XVI No 1.

Santoso, M dan Setiawan T. 2005. Penyakit Jantung Koroner : Cermin Dunia Kedokteran. 147 : 5-9.

Sargowo, D. 2002. Peranan Kadar Trigliserida dan Lipoprotein Sebagai Faktor Risiko PJK (Studi Pendahuluan). Medika Jurnal Kesehatan dan Farmasi. 7 : 425-429.

Sargowo, D. dan Hendrarko, M. 2002. Pola Perilaku Tipe A (PPTA) pada Penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK). Medika Jurnal Kesehatan dan Farmasi. 9 : 567-572.

Sastroasmoro, S dan Ismail, S. 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Agung Seto. Jakarta.

Setyawan J. 2002. Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan Menopuse. Majalah Farmacia. Jakarta.

Sidabutar, 1989. Hereditas dan Hipertensi. Cermin Dunia Kedokteran. No 56: 15-17.

Soeharto, I. 2000. Pencegahan dan penyembuhan Penyakit Jantung Koroner, Panduan bagi masyarakat umum. Gramedia. Jakarta.

Soeharto, I. 2001. Kolesterol dan Lemak jahat, Kolesterol dan Lemak Baik dan proses terjadinya Serangan Jantung dan Stroke. Gramedia. Jakarta.

_______.2004. Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung, Pencegahan Penyembuhan dan Rehabilitasi. Gramedia. Jakarta.

Syaifudin. 2003. Anatomi Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. EGC. Jakarta.

Tedjokusumo P. 1994. Peranan DM pada penyakit kardiovaskuler. Jurnal Kedokteran Indonesia vol XVI no I.

Tetayadi, S. 1991. Kolesterol dan Hubungannya dengan Penyakit Kardiovaskuler. Pusat Penelitian dan Pengembangan PT. Bukit manikam Sakti. Cermin Dunia Kedokteran 73:34-35.

Downloads

Published

2020-10-12

How to Cite

Suhendar, I. (2020). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KAPASITAS VITAL PARU TUKANG OJEK DI TERMINAL BANJAR KOTA BANJAR TAHUN 2018. Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif, 1(2), 79-85. Retrieved from http://jurnal.stikesbp.ac.id/index.php/jkma/article/view/59