HUBUNGAN ANTARA SANITASI TOTAL DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR III KOTA BANJAR TAHUN 2017

Authors

  • Oman Rokhman Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Keywords:

Kejadian diare, balita, sanitasi total.

Abstract

Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Sanitasi lingkungan yang kurang mendukung dapat menyebabkan tingginya angka kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi total dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Banjar III Kota Banjar Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita dan pernah menderita penyakit diare pada periode Juni – Desember 2017 dengan populasi 328 orang. Pemilihan sampel dengan simple random sampling menghasilkan sampel sebanyak 60 orang. Uji statistic menggunakan Chi Square dengan bantuan software komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara sumber air minum (p=0,001), kepemilikan jamban (p=0,018), jenis lantai rumah (p=0,036) dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara kualitas fisik air bersih (p=0,307) dengan kejadian diare pada balita.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Budiarto E. 2001. Biostatistik untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC. Depkes RI. 2000. Buku Pedoman Pelaksanaan Program P2 Diare. Jakarta: Depkes RI.

. 2005. Buku Pedoman Pelaksanaan Program P2 Diare. Jakarta: Depkes RI.

Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2017. Profil Kesehatan Jawa Barat. Kota Banjar. Dinas Kesehatan Kota. 2017. Profil Kesehatan Kota Banjar.

Entjang I. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Citra Aditya Bakti.

Ihsan F. 2003. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Irianto J. 1994. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Anak Balita. Buletin Penelitian Kesehatan. Vol. 24 No. 2 & 3. 1996: 77-96.

Machfoedz I. 2007. Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan, dan Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

Muhidin SA dan Abdurahman M. 2007. Analisis Kolerasi, Regresi, dan Jalur Dalam Penelitian. Bandung : CV. Pustaka Setia.

Murti, B. 2006. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

Jogjakarta: Gajah Mada University press.

Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pitono. A.J, dkk. 2008. Penatalaksanaan Diare di Rumah pada Balita . Berita Kedokteran Masyarakat.Vol.22.No.1.Maret 2006:7-14.

Slamet JS. 2002. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Suraatmaja S. 2007. Kapita Selekta Gastroentrologi. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Sutomo S. 1987. Supply and Diarrheal Disease in Rural Areas of Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. Vol. 15 No. 2. 1987: 9 – 14.

Timmreck CT. 2004. Epidemiologi suatu Pengantar. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Wibowo T, Soenarto S & Pramono D. 2004. Faktor-faktor Resiko Kejadian Diare Berdarah pada Balita di Kabupaten Sleman. Berita Kedokteran Masyarakat. Vol. 20. No.1. Maret 2004: 41-48.

Widjaja MC. 2002. Mengatasi Diare dan Keracunan pada Balita. Jakarta: Kawan Pustaka. Widoyono. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya. Surabaya: Erlangga

Downloads

Published

2020-10-12

How to Cite

Rokhman, O. . (2020). HUBUNGAN ANTARA SANITASI TOTAL DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJAR III KOTA BANJAR TAHUN 2017. Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif, 1(2), 90-96. Retrieved from http://jurnal.stikesbp.ac.id/index.php/jkma/article/view/61